SAKIT HATIKU KARENA WANITA
Sebuah kota religi namun tak memiliki masyarakat yang semua bisa diandalkan. Inilah kota Palopo yang memiliki sisi miring di masyarakatnya sendiri...Salah satu tujuan kota dimensi bernuansa religi ini tak lagi terdengar .Hanya awal-awalnya saja waktu pertama terbentuknya berstatus kota.
Sebagai contoh pada salah seorang masyarakat kota palaopo yang bernama Bahtiaransya.Sebelum ia mendekam di hotel prodeo. Kisahnya cukup menarik. Hal ini dikarenakan dia adalah seorang pekerja keras dengan memiliki seorang istri dan seorang anak.Memiliki rasa tanggung jawab adalah ciri khasnya. Dengan bekerja di salah satu dealer motor di kota palopo sudah bisa mncukupi kehidupan keluarganya. Kehidupan sepasang kekasih dan satu anak ini masalah ibadah tak diragukan lagi. Karena rumahnya yang terletak di BTN Merdeka, membuatnya sedikit lega karena sudah punya rumah sendiri. Walaupun hanya memiliki dua kamar. Kehidupan sehari-hari berjalan lancar karena job di kantornya hanya sebagai executor. Suatu ketika Pak Batti (sapaan sehari-harinya) pergi menjalankan tugas di sulawesi tenggara. Dia tinggal disana selama tiga tahun. Setelah tiga tahun di sulawesi tenggara, pak Batti pulang ke Sulawesi Selatan tepatnya di Kota Palopo tempat kelahirannya. Dia merasa senang karena sudah menjalankan tugas dengan baik dan ingin berjumpa dengan keluarga tercinta.
Sesampainya dirumah, ia membawa oleh-oleh buat keluarganya. Dan amanah untuk menyimpan uang sebanyak Rp. 40.000.000,- dari kantor untuk di setor ke bank. Namun yang terjadi istrinya menyalahgunakan kesempatan. Uang yang diamanahkan untuk suaminya ternyata istrinya mengambil dan membelanjakan tanpa sepengetahuan suaminya. Mertua Pak Batti pun ikut terlibat. Uang itu dipakai bayar hutang dan poya-poya. Akhirnya yang tersisa Rp 7.000.000,-. Hal ini tentu mendapat respon yang negatif dari sang suami. Dia curiga kalau selama ini ada yang tidak beres dalam keluarganya. Akhirnya dia melakukan sidik kasus. Dan ternyata dugaan sang suami benar. Istrinya selingkuh dibelakng suaminya. Dan mertuanya pun ikut terlibat.
Mereka memecahkan masalah. Dengan cara baik-baik namun ternyata mertuanya lebih setuju dengan menantunya yang baru. Pak Batti pun kecewa. Karena istrinya ikut mertuanya. Akhirnya Pak batti mengusir mertua dan istrinya dari rumahnya yang di Btn. Sekarang istrinya tinggal dengan suami barunya.
Hari- hari yang dilalui pak batti terasa hampa. Dia Sudah di pecat dari pekerjaannya dan disuruh mengganti uang yang telah dipakai.Terlintas dipikirannya untuk kerja cepat untung banyak. Akhirnya dia memanfaatkan lingkungannya. Dia bekerja disalah satu club pantai labombo. Dia menjadi salah seorang bodyguard tempat hiburan malam. Dia melupakan kebiasaannya menjadi seorang hamba Allah. Hanya sebulan kerja, dia sdh berani main perempuan, minum khamar, dan judi. Kehidupannya berangsur-angsur membaik namun tak didampingi oleh istri tercinta.
Pak Batti kerja hanya bertahan setahun. Kemudian dia mencari tempat kerja baru. Akhirnya dia mendapat kerja di salah satu Perusahaan Swasta yang bergerak dibidang leasing (pembiayaan). Dia diterima dengan job sebagai marketing/surveyor. Penghasilannya lumayan. Dan pendapatan tambahan lebih besar daripada gaji pokoknya. Pak Batti kerja dengan tekun mencari dan mencari nasabah tanpa henti. Dengan kerja yang begitu semangat, akhirnya dia dapat membeli sebuah matic. Sebulan kemudian, membeli V-Ixion. Dan enam bulan kemudian membeli apv. Dan hanya berselang dua bulan dia mampu membeli grand vitara. Dan hampir tiap tiga kali dalam sepekan dia pergi ke clubbing dan main perempuan. Dia melakukan itu karena dia sakit hati sama wanita. Dia berfikir, istrinya dulu bisa selingkuh, kenapa saya tidak bisa main perempuan? Kegiatan amal tak lagi dilakukannya. Hampir semua perbuatan maksiat dikerjakannya.
Suasana di kantor juga memanas. Pimpinan mulai curiga. Dari mana dia dapat membeli kendaraan tersebut dengan cepat?.Padahal pendapatannya tidak diatas tiga. Suatu hari semua pekerjaan busuknya terbongkar.Datangnya seorang colector dan nasabah kekantor. Coleector mengadu bahwa tunggakan pak batti sudah banyak. Dan nasabah mengadu bahwa mengapa dirinya harus membayar mahal?Padahal dana yang dipinjamnya hanya Rp 45.000.000. Kenapa bisa menjadi Rp 85.000.000 ??? Marketingnya dipanggil, dan ternyata benar tindakan yang dilakukan pada nasabahnya. Nasabahnya kemudian melaporkan kejadian ini di Polres Palopo dengan kasus penipuan. Akhirnya pak batti divonis hukuman penjara. Dan sekarang sudah berada di lapas Kota Palopo.